Untuk penutur bahasa warisan
Kamu sudah bisa bicara.
Sekarang kuasai juga katanya.
Kamu bisa mengobrol tanpa masalah. Tapi begitu topiknya jadi serius, kata yang tepat tidak kunjung keluar, dan kamu berpindah ke bahasa lain. Itu bukan soal kelancaran. Itu celah kosakata, dan Koboshi dibuat untuk menutupnya.
Ini terjadi di mana-mana
Celah yang bisa ditebak, dengan cara memperbaiki yang jelas.
Bagian susahnya sudah selesai. Tata bahasamu kuat dan aksenmu natural. Yang kurang itu sempit dan bisa diperbaiki: kata-kata formal. Kamu besar di antara dua bahasa, dan kosakata itu cuma berkembang di sisi bahasa sekolah. Penelitian punya istilah untuk ini: dwibahasa reseptif mengerti jauh lebih banyak daripada yang bisa dia ucapkan.
- 🇳🇱Keluarga Indonesia di BelandaBahasa Indonesia lancar di rumah antar generasi, hidup sehari-hari sepenuhnya dalam bahasa Belanda.
- 🇯🇵Keluarga Indonesia di JepangBahasa Indonesia di rumah, sekolah dan pekerjaan berjalan dalam bahasa Jepang.
- 🇦🇺Keluarga Indonesia di AustraliaBahasa Indonesia di rumah, kehidupan sehari-hari dalam bahasa Inggris.
- 🇨🇳Keturunan Tionghoa-IndonesiaBahasa Hokkien atau Mandarin dari kakek-nenek, tapi seluruh kehidupan formal berjalan dalam bahasa Indonesia.
- 🇸🇦Keturunan Arab-IndonesiaBahasa Arab dalam percakapan keluarga sehari-hari, bahasa Indonesia untuk sekolah dan pekerjaan.
- 🇮🇩Anak yang besar dengan bahasa Jawa atau Sunda di rumahMengerti penuh dari kakek-nenek dan orang tua, tapi kosakata formalnya tumbuh dalam bahasa Indonesia di sekolah.
Kata-katanya sudah ada di kepalamu. Kamu cuma butuh jalan untuk mencapainya.
Yang Koboshi lakukan untukmu
Dibuat untuk kata yang belum kamu punya, bukan yang sudah kamu kuasai.
Cari berdasarkan makna
Ketik idenya. Lihat kata versi santai, standar, dan formalnya. Simpan yang ingin kamu kuasai.
Andalkan bahasa lainmu
Lihat makna yang sama dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang kamu kuasai. Maknanya jadi lebih cepat nyambung.
Review sesuai levelmu
Kata yang sudah kamu kuasai tidak menghalangi. Kata yang setengah kamu kuasai muncul lagi tepat sebelum kamu lupa.
Simpan kata dari kehidupan nyata
Sebuah artikel, obrolan dengan saudara, serial, puisi. Simpan begitu kamu menemukannya.
Untuk siapa halaman ini
Kalau kamu besar di antara dua bahasa, halaman ini untukmu.
Penutur bahasa warisan Indonesia, Jawa, Sunda, Tionghoa (Hokkien atau Mandarin), Arab, dan lainnya. Siapa pun yang lancar mengobrol tapi kehabisan kata justru saat itu penting.
Pertanyaan
Yang pertama kali ditanyakan penutur bahasa warisan.
Aku sudah bisa bicara bahasanya. Apa ini tetap berguna?
Ya. Koboshi dibuat justru untuk situasimu: kedalaman dan ketepatan, bukan dasar-dasar.
Apa aku bakal disuruh belajar kata-kata pemula?
Tidak. Koboshi mengukur berdasarkan levelmu sendiri. Kata yang sudah kamu kuasai tidak masuk ke review-mu.
Aku ngerti semuanya tapi jadi blank kalau harus ngomong. Apa itu wajar?
Sangat wajar. Bahkan ada istilahnya: dwibahasa reseptif. Solusinya adalah membuat kata yang sudah kamu kuasai lebih cepat keluar, sambil menambah kata tepat yang belum kamu punya. Itulah yang dilatih sistem review-nya.
Bahasa apa saja yang didukung?
Bahasa Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, Portugis, Jepang, Mandarin, Korea, Hindi, Arab, Urdu, dan Rusia untuk sekarang, dan akan terus bertambah. Kalau pasangan bahasamu sudah ada di daftar ini, kamu bisa mulai hari ini juga.
Selanjutnya ke mana
Hidup di antara dua bahasa?
Penutur bahasa warisan biasanya memang hidup di antara dua bahasa. Kadang satu makna lebih jelas di bahasa yang satu, kadang di bahasa yang lain. Koboshi dibangun berdasarkan ide itu.
Kata-katanya lebih dekat dari yang kamu kira.
Mulai gratis. Tambahkan beberapa kata sedikit demi sedikit. Lihat kata-kata yang tepat perlahan jadi milikmu.
Paket gratis untuk mulai.